Just another free Blogger theme

Artikel Lainnya

Rental Scaffolding / Photo by Indosteger

Apa kabar semuanya..semoga sehat dan sukses selalu...

Dari artikel - artikel sebelumnya sudah dijelaskan tentang Fungsi dan Type bangunan scaffolding yang pada dasarnya semuanya sama, baik secara fungsi dan kegunaannya. Selain itu dijelaskan juga tentang artikel yang menerangkan tentang Komponen utama scaffolding jenis tubular dan Komponen utama scaffolding jenis frame.

Jika ditelusuri bahwasanya penggunaan scaffolding pada skala industri hanya ada dua macam yaitu jenis scaffolding tubular dan jenis scaffolding frame.

Mungkin kalian bertanya - tanya...bedanya apa ya...? dan apa keuntungan serta kerugian menggunakan kedua jenis scaffolding tersebut.

Yuu..kita simak penjelasannya pada artikel di bawah ini ...!

Terkait dengan instalasi scaffolding yang akan dilakukan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan perlu dipersiapkan, agar pekerjaan anda tidak sia – sia dan tidak banyak membuang waktu serta biaya akibat salah dalam perencanaan dan perhitungan.

HAL – HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DAN DIPERSIAPKAN

Jika anda seoarang kontraktor dan yang anda perlukan adalah menyewa atau rental dari perusahaan rental scaffolding, maka yang harus diperhatikan adalah kebutuhan scaffolding yang akan digunakan di lapangan atau site, juga diperhatikan kemampuan perusahaan rental scaffolding untuk memenuhi semua material sesuai dengan kebutuhan anda di lapangan. 

Jika diperhatikan, pemasangan scaffolding harus sesuai dengan perencanaan dan target penyelesaiannya. Jadi para pekerja atau scaffolder harus cepat dan tepat pada saat pemasangan scaffolding.

Jika dilihat secara proses, pemasangan scaffolding akan meliputi :

1. Pekerjaan persiapan

Pekerjaan persiapan meliputi loading unloading material dari lokasi rental ke lokasi proyek, persiapan area pemasangan, persiapan manpower dan lain sebagainya.

2. Pekerjaan pemasangan

Pekerjaan pemasangan adalah pekerjaan pemasangan scaffolding mulai dari pemasangan base plate, tiang utama, ledger sampai hand rail hingga pada bagian tertinggi dari suatu susunan scaffolding yang dibutuhkan di lapangan.

3. Inspeksi

Pekerjaan inspeksi adalah pekerjaan pemeriksaan hasil pemasangan scaffolding oleh pekerja kontruksi, dalam hal ini orang yang menjadi inspektor adalah orang yang mempunyai pengalaman tentang scaffolding dan bersertifikat. Inspektor inilah yang bertanggung jawab atas layak atau tidaknya suatu bangunan scaaffolding.

4. Pembongkaran

Pekerjaan pembongkaran adalah pekerjaan pembongkaran scaffolding mulai dari bagian atas sampai dengan bagian bawah. Pembongkaran ini juga sangat penting, karena berkaitan dengan proses kerja selanjutnya, jika bangunan scaffolding tersebut belum dibongkar maka biaya sewa dari scaffolding tersebut akan terus berjalan.

5.  Mobilisasi

Pekerjaan terakhir adalah mobilisasi yaitu proses pengangkutan material scaffolding dari proyek ke tempat rental supaya tidak terjadi penumpukan material dan alat - alat lainnya.

Poin yang harus anda perhatikan adalah suatu perencanaan matang yang dimulai dari pekerjaan persiapan sampai dengan inspeksi. Hal ini memang harus betul – betul diperhatikan karena menyangkut proses kerja selanjutnya, jika dari pekerjaan persiapan saja sudah telat, maka pekerjaan berikutnya akan mengalami keterlambatan, sehingga akan menimbulkan kerugian dalam hal waktu dan biaya.

Selain itu pula pastikan semua material dan peralatan penunjang apakah masih layak untuk digunakan atau tidak. Biasanya kontraktor akan bekerja sama dengan tim mereka khususnya Tim HSE utk melakukan inspeksi bersama ke lokasi atau tempat rental scaffolding.

Harap diingat, karena rental scaffolding merupakan mitra pihak ke tiga, maka peralatan yang rata – rata mereka persiapkan hanya material dan alat bantu yaitu kunci rachet dan sepatu safety. Jadi kebutuhan selain itu, pihak kontraktorlah yang akan menyiapkan. Jadi anda harus menyiapkan budget atau anggaran selain biaya rental scaffolding.

Kebutuhan seorang scaffolder antara lain :

Rachet Hinge

End Cut Pliers

Pulley & Rope

Peralatan pelindung diri atau safety equipment

Sepatu Safety
Helm Safety

                 

Sarung tangan safety

Kaca mata safety


Full body harness

Selain kebutuhan pisik adapula kebutuhan adminsitrasi yang harus dipersiapkan, diantaranya : 

1. Sertifikat keahlian scaffolder

2. Sertifikat training bekerja di ketinggian

3. Ijin atau permit kerja

4. Prosedur kerja instalasi scaffolding

Nah..sudah tau ya..jika beberapa poin diatas tidak terpenuhi, maka pekerjaan instalasi scaffolding belum dapat terlaksana dengan baik, yang pada akhirnya akan tertunda secara waktu dan biaya.

PROSEDUR KESELAMATAN KERJA PADA SAAT INSTALASI SCAFFOLDING

Dikutip dari beberapa artikel, terutama dari artikel “Indosteger” ada beberapa prosedur yang harus diperhatikan pada saat anda memulai pemasangan scaffolding.

Inspeksi Scaffolding / Sumber by www.petrotrainingasia.com

1. Inspeksi Awal

Pada tahap awal, anda harus melakukan inspeksi bersama dg tim HSE untuk melakukan inspeksi material scaffolding serta alat – alat pendukungnya, apakah masih layak untuk digunakan. Lalu dilanjutkan dengan inspeksi area yaitu pemeriksaan lokasi dimana scaffolding tersebut akan dipasang, pastikan struktur tanahnya padat dan rata, agar scaffolding berdiri dengan kuat dan aman.

Tahap ke dua yaitu inspeksi terhadap kelayakan dan kualifikasi para pekerja atau scaffolder, dalam hal ini seorang scaffolder harus mempunyai sertifikat resmi yang dikeluarkan oleh badan atau dinas pemerintah tenaga kerja setempat. Pastikan juga pada proses pemasangan scaffolding sudah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan prosedur yang sudah disepakati agar tidak timbul kecelakaan pada saat bekerja.

Tahap ke tiga yaitu melakukan inspeksi akhir dimana inspeksi dilakukan sebelum scaffolding digunakan oleh para pekerja kontruksi. Dalam hal ini inspeksi dilakukan oleh pengawas yang benar – benar ahli dalam bidang scaffolding serta mempunyai sertifikat tentang keamanan dan keselamatan kerja. Pengawas atau inspector scaffolding harus benar – benar menjamin bahwa bangunan scaffolding tersebut aman utk digunakan. Jika kondisi scaffolding aman biasanya akan diberi label atau tag warna hijau, jika tidak maka akan diberi label warna merah. Tanggung jawah seorang pengawas ini sangat berat karena menyangkut keamanan dan keselamatan para pekerja kontruksi serta menghindari dari kecelakaan dan kematian.

2. Memeriksa Sumber Listrik

Sebelum melakukan aktifitas, seorang pengawas harus sudah memastikan bahwasanya scaffolding yang terpasang posisinya jauh dari sumber listrik. Jika terlalu dekat dengan sumber listrik, silahkan diskusikan dengan tim kontruksi apakah posisi scaffoldingnya yang dipindah atau sumber listrik yang dipindah atau diproteksi.

Jika bangunan scaffolding terlalul dekat dengan sumber listrik, yang dikhawatirkan akan terjadi induksi listrik dan akan beresiko bagi para pekerja kontruksi bisa tersengat listrik.

Jika bangunan scaffolding lebih tinggi atau sama rata dengan kontruksi bangunannya harap dipasang penangkal petir untuk menghindari bangunan scaffolding atau para pekerja kontruksi tersambar petir.

3. Memeriksa kapasitas beban

Tahap berikutnya adalah periksaan terhadap beban scaffolding baik secara beban individu juga terhadap beban lainnya. Harap diingat sebelum memasang scaffolding harus sudah dipastikan peruntukannya untuk apa ? jika untuk area kerja, berapa orang yang ada di atas scaffolding nantinya..? jadi sudah dapat dihitung beban maksimal dari bangunan scaffolding tersebut.

Jika beban pada scaffolding berlebihan maka sangat membahayakan para pekerjanya, karena banguanannya bisa runtuh karena tidak kuat menahan beban.

4. Memeriksa alat pelindung diri

Tahap selanjutnya yaitu memeriksa alat pelindung diri baik untuk diri sendiri para pekerja kontruksi juga terhadap alat, mesin dan area kerja.

a. Alat perlindung diri pekerja

Alat pelindung diri pekerja adalah alat pelindung yang akan melindungi para pekerja dari kecelakaan yang fatal terhadap kejatuhan benda, terjepit, terjatuh dari tempat kerja dan lain sebagainya. Alat pelindung ini sangat penting dan sudah masuk ke dalam peraturan dan regulasi tentang keselamatan kerja. Alat pelindung diri pekerja antara lain Sepatu Safety, Helm Safety, Safety Glove, Kacamata safety, Full body harnest dan baju kerja.

b. Alat pelindung mesin dan alat kerja

Alat pelindung mesin dan alat kerja yang dimaksud adalah alat pelindung yang melindungi para pekerja dari bahaya yang ditimbulkan oleh mesin dan alat kerja juga terhadap mesin alat kerja itu sendiri. Sebagai contoh pada penggunaan kunci rachet, jika tidak diikat maka kunci tersebut ada kemungkinan terjatuh dan mengenai pekerja yang dibawah juga akan terjadi kerusakan terhadap kunci rachet tersebut. Sudah menjadi standar umum jika setiap peralatan kunci scaffolding harus diikat dengan tambang dengan ikatan yang kuat, agar tidak mudah lepas dan terjatuh. Contoh kedua yaitu pelindung mesin, jika ada mesin atau properti perusahaan yang ada dibawahnya, harus segera di proteksi agar tidak rusak terkena benda jatuh atau terbentur alat kerja dan material kerja.

Nah buat rekan yang berkecimpung dalam perusahaan kontraktror yang akan menyewa atau rental scaffolding harus sudah menyiapkan sarana dan prasarananya agar pemasangan scaffolding tersebut berjalan dengan lancar dan aman.

Jika anda bukan orang yang mahir dan minim pengetahuam tentang seluk beluk scaffolding, alangkah baiknya anda rekrut pegawai seorang scaffolder yang mahir dan paham tentang scaffolding, serta mempunyai wawasan dan relasi terutama tenaga kerja scaffolding dan rental scaffolding terdekat. Jika tidak silahkan anda bekerja sama dengan perental scaffolding agar menyiapkan tenaga yang mahir untuk ditempatkan sebagai pengawas dan dapat bekerja sama dengan anda selaku kontraktor atau penyewa.

Buat anda yang bekerja sebagai seorang planner atau Project Engineer, maka sudah seharusnya proses yang panjang tersebut sudah masuk kedalam rencana kerja dan mengaitkan dengan pekerjaan selanjutnya. Jadi anda sudah bisa mengestimasi berapa lama pekerjaan scaffolding ini selesai dikerjakan hingga bisa dilanjutkan dengan proses kerja berikutnya. Nah silahkan anda masukan ke dalam master schedule dalam bentuk ms. Project atau ke dalam primavera.

Demikianlah rekan – rekan sekalian, sekilas artikel tentang hal – hal yang harus diperhatikan pada saat memulai pemasangan scaffolding yang sangat terkait dengan schedule atau perencanaan yang akan anda buat. Sekali lagi hal – hal tersebut sangat erat kaitannya dengan penggunaan waktu dan biaya. Semakin lama bangunan scaffolding tersebut berdiri dan digunakan, maka semakin lama waktu sewa anda ke perusahaan rental scaffolding, dan semakin besar anggaran yang anda keluarkan.

Terima kasih saya ucapakan atas segala waktu yang anda luangkan untuk membaca artikel ini, saya berharap tulisan dalam artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan serta pengetahuan anda. Jika bermanfaat..silahkan share ke teman – teman anda semuanya..


" GOOD JOB AND SAFETY FIRST "

" SILAHKAN SHARE KE KERABAT DAN TEMAN - TAMAN ANDA "


Salam & Sukses

AW_Media


Silahkan saksikan link video youtube dari :



DO YOU KNOW A COMPONENTS OF SCAFFOLDING FRAME TYPE


KOMPONEN UTAMA SCAFFOLDING JENIS FRAME 


hallo sobat proyek semua...salam sukses selalu, semoga aktifitas anda hari ini selalu membawa keberkahan di kemudian hari..Aamiin.

Komponen utama scaffolding jenis frame / Photo by AW_Media

Daftar Isi

Pada artikel sebelumnya saya sudah jabarkan tentang 10 komponen utama scaffolding jenis tubular, di artikel ini saya akan menjabarkan komponen utama scaffolding jenis frame, di mana scaffolding jenis frame juga banyak digunakan oleh para pekerja kontruksi di Indonesia.

Memang..jika dilihat secara umum hanya dua jenis scaffolding yang biasa digunakan oleh para pekerja kontruksi yang sudah berstandar industri. Walaupun masih banyak yang masih menggunakan bahan . material kayu dan bambu dalam setiap pembangunan Gedung tinggi. Silahkan anda lihat pada artikel saya mengenai penjelasan tentang Mengenal bangunan perancah yang umum digunakan di Indonesia.

Selanjutnya...mari kita mengenal komponen utama dari scaffolding jenis frame ini...

KOMPONEN UTAMA SCAFFOLDING FRAME

Untuk membangun sebuah perancah atau scaffolding khususnya jenis frame dibutuhkan beberapa komponen utama yang akan menunjang suksesnya sebuah scaffolding berdiri dan disetujui untuk digunakan sebagaimana mestinya. 

Pada dasarnya..penggunaan scaffolding jenis frame membutuhkan sedikit sekali komponen dibanding dengan komponen scaffolding jenis tubular. Karena satu komponen utama scaffolding sudah menjadi kesatuan yang utuh, jadi para pekerja kontruksi hanya memasang saja satu dengan yang lainnya

Dikutip dari beberapa artikel, komponen utama scaffolding tersebut di antaranya adalah :

1.    Base Plate

Base Plate - Scaffolding Frame / Design by AW_Media

Seperti pada umumnya, base plate digunakan untuk menahan bangunan scaffolding terhadap beban lateral, juga sebagai penahan kaki scaffolding tidak tenggelam ke dalam tanah, ada dua jenis base plate yang umum digunakan yaitu fix base plate berupa landasan yang tetap, selanjutnya ada adjustable base plate atau di sebut dengan jack base berupa base plate yang dapat diatur ketinggiannya, supaya bangunan scaffolding tetap rata dan kokoh.

2.    Main Frame atau Rangka Utama

Main Frame - Scaffolding Frame / Design by AW_Media

Sebuah rangka utama seperti gambar / photo di atas adalah sebuah rangka scaffolding yang sudah dalam bentuk jadi. Dalam satu set scaffolding terdiri dari dua rangka, jadi jika hanya terdiri satu rangka, maka scaffolding itu tidak akan berdiri yaa..

Main frame berfungsi sebagai tiang utama bangunan scaffolding yang terbuat dari pipa silindris diameter 1,5 inch dengan ketebalan 2,8 mm dan 3,2 mm. Pada kedua sisinya terdapat rangka yang berfungsi sebagai tangga serta empat buah pin yang berguna untuk mengaitkan penguat silang atau cross brace supaya scaffolding tersebut kokoh berdiri. 

3.    Penguat Silang atau Cross Bracing

Cross Brace - Scaffolding Frame / Design by AW_Media

Penguat silang atau cross bracing adalah suatu komponen scaffolding yang terbuat dari pipa silindris berbentuk silang, dimana pada setiap ujungnya terdapat lubang yang berfungsi sebagai pengait ke pin main frame. 

Penguat silang ini berfungsi sebagai penguat dan penyambung dua buah main frame supaya bangunan scaffolding tidak mudah roboh.

4.    Platform atau area kerja

Platform - Scaffolding Frame / Design by AW_Media

Platform pada umumnya sama dengan yang digunakan oleh scaffolding jenis tubular, hanya saja ada perbedaan di bentuk dan ukurannya saja. Untuk platform pada scaffolding jenis frame ini adalah sebuah papan yang terbuat dari plat baja serta diperkuat dengan pipa silindris pada ke empat sisinya. Pada ke empat ujungnya berbentuk pengait yang berfungsi sebagai pengait ke pipa main frame.

Platform ini mempunyai dua fungsi yaitu sebagai tempat area kerja dan akses jalan juga sebagai pengunci dan penguat bangunan scaffolding. Ada beberapa penamaan atau istilah lain komponen paltform ini seperti nama Asiba, Catwalk atau papan landasan.

5.    Ladder atau Tangga 

Ladder atau Tangga - Scaffolding Frame / Design by AW_Media

Ladder adalah merupakan bagian scaffolding yang berfungsi sebagai akses para pekerja kontruksi untuk naik dan turun dari area kerja. Berbeda dengan ladder scaffolding jenis tubular, ladder pada scaffolding jenis frame ini berupa pipa silindris yang menyatu dengan anak tangga yang terbuat dari plat bordess, pada ujung pipa ladder terdapat pengait untuk dikaitkan ke bagian pipa rangka utama scaffolding.

6.    Pin Connector

Pin Connector - Scaffolding Frame / Design by AW_Media

Pin Connector adalah sebuah bagian atau komponen scaffolding yang berfungsi sebagai penyambung antara dua buah main frame yang akan dipasang pada bagian atasnya. Connector pin terbuat dari pipa silindris serta terdapat stopper pada bagian tengahnya sebagai pembatas antara main frame bagian atas dan bagian bawah. Dalam satu set scaffolding membutuhkan 4 buah pin connector.

7.    Guard Frame

Guard Frame - Scaffolding Frame / Design by AW_Media

Guard Frame adalah sebuah komponen scaffolding yang terbuat dari pipa silindris yang kokoh dan terpasang pada bagian paling atas sebuah bangunan scaffolding. Ukuran guard frame ini lebih pendek daripada main frame.

Guard frame berfungsi sebagai pelindung dan penahan para pekerja supaya tidak terjatuh serta sebagai pengait alat pelindung diri yaitu full body harness.

Baiklah rekan - rekan semuanya, inilah artikel tentang penjelasan beberapa komponen scaffolding jenis frame, sedikit sekali memang ya..dibandingkan dengan komponen utama scaffolding jenis tubular. Jadi kebutuhan satu set scaffolding hanya membutuhkan 2 set main frame, 4 buah Pin Connector, 1 buah flatform dan 1 buah guard frame. Silahkan anda lihat dan baca artikel sebelumnya dari AW_Media tentang Mengenal bangunan perancah.

KOMPONEN PENDUKUNG SCAFFOLDING

Selain komponen utama masih dibutuhkan lagi beberapa komponen pendukung lainnya, jika mengikuti peraturan tentang keselamatan kerja, setiap bangunan scaffolding yang terpasang sudah lebih dari 2 meter, maka harus ditambahkan komponen tambahan atau pendukung scaffolding. Komponen pendukung tersebut diantaranya :

1.    Sway Brace

Sway brace adalah sebuah pipa penopang yang terbuat dari pipa baja silindris yang diikat pada bagian atas  scaffolding dengan kemiringan tertentu supaya dapat menahan scaffolding agar tidak roboh. pemasangan sway brace harus diikat dan dikunci menggunakan clamp pada pertemuan atau persilangan antara sway brace dengan kaki pipa main frame.

2.    Clamp

Clamp adalah sebuah komponen scaffolding yang berfungsi sebagai pengikat dan pengunci sway brace dengan kaki main frame.

3.    Bangunan Out Rigger

Bangunan Out Rigger adalah sebuah bangunan yang mirip dengan scaffolding utama, bangunan ini berada pada bagian sisi kanan dan kiri atau bagian depan dan belakang, disesuaikan saja dengan kebutuhan di lapangan. Bangunan rigger ini berfungsi untuk menopang bangunan utama supaya tidak roboh. 

4.    Roda

Roda adalah sebuah komponen scaffolding yang dibutuhkan pada saat bangunan scaffolding yang dipasang digunakan secara mobile atau bergerak. Roda ini mempunyai kapasitas yang berbeda - beda, silahkan sesuaikan dengan kebutuhan dan beban yang digunakan. Roda ini harus mempunyai sistem pengereman yang baik serta mempunyai sistem pengunci yang kuat. 

Sesuai dengan peraturan tentang keselamatan kerja, alangkah baiknya setiap ingin membangun sebuah bangunan perancah / scaffolding harus mengikuti peraturan yang sudah dibuat. Pastikan semua bangunan  aman untuk digunakan. 

Untuk memastikan sebuah bangunan scaffolding itu aman dan siap untuk digunakan, dibutuhkan seorang yang ahli dan bersertifikat yang ditunjuk sebagai seorang inspector atau pemeriksa. Jika hasil pemeriksaan banguan scaffolding tersebut layak digunakan akan diberi tanda atau tag berwarna hijau, jika bangunan tersebut tidak layak digunakan akan diberi tanda atau tag merah. Jadi seorang scaffolder harus memperbaiki sampai bangunan tersebut di setujui oleh tim pemeriksa / inspector.

KESIMPULAN

Dari uraian artikel di atas sudah dapat disimpulkan, bahwasanya setiap bangunan scaffolding sangat membutuhkan komponen utama dan komponen pendukung. Kebutuhan komponen scaffolding jenis frame ini sangat sedikit dibanding dengan kebutuhan scaffolding jenis tubular dalam satu setnya atau 1 meter kubik nya.

Karena scaffolding jenis frame berupa rangkaian - rangkaian komponen yang sudah jadi dalam bentuk frame atau rangka, maka pemasangannya sangat mudah dan cepat, seorang pekerja kontruksi yang tidak mempunyai keahlian pun akan mudah memasangnya. Akan tetapi jika bangunan scaffolding sudah melebihi 2 meter, maka harus seorang yang ahli dalam bidang scaffolding ini yang harus memasangnya.


Baiklah rekan - rekan sekalian, inilah artikel tentang komponen bangunan scaffolding jenis frame, semoga bermanfaat untuk anda semuanya. Saya berharap artikel ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda tentang bangunan perancah. 

Tetap semangat....Salam


" SUKSES SELALU MENYERTAI ANDA | GOOD JOB AND SAFETY FIRST "

" BERILMU AMALIAH DAN BERAMAL ILMIAH "

" SILAHKAN SHARE KE KERABAT & TEMAN ANDA "




Salam Hangat


AW_Media






 MENGENAL 10 KOMPONEN UTAMA SCAFFOLDING JENIS TUBULAR


Salam hangat untuk rekan - rekan semuanya, salam sukses selalu..semoga aktifitas hari ini selalu mendapatkan keberkahan dari Allah SWT..Aamiin..

Clipart by Clker-Free-Vector-Images dari Pixabay

Daftar Isi


Dalam sebuah rangkaian scaffolding tidak luput dari pemakaian berbagai macam komponen dan alat bantu. Scaffolding itu sendiri terdiri dari berbagai macam komponen yang menyatu dengan kuat dan kokoh.

Di artikel ini saya akan jelaskan tentang 10 komponen utama yang umum digunakan para pekerja kontruksi, baca sampai selesai yaa....sebelum mengenal komponen utama scaffolding, alangkah baiknya mengenal juga tentang Mengenal tentang bangunan perancah atau scaffolding.

KOMPONEN UTAMA SCAFFOLDING JENIS TUBULAR

Untuk membangun sebuah perancah atau scaffolding khususnya jenis tubular dibutuhkan beberapa komponen utama yang akan menunjang suksesnya sebuah scaffolding berdiri dan disetujui untuk digunakan sebagaimana mestinya. Dikutip dari beberapa artikel, komponen utama scaffolding tersebut di antaranya adalah :

1.    Base Plate

Baseplate scaffolding / Photo by AW_Media

Base plate adalah sebuah landasan yang terbuat dari plat baja dan pipa besi yang dilas, berfungsi sebagai landasan tiang utama atau tiang standard scaffolding. Base plate ini juga berfungsi sebagai penahan tiang utama supaya tidak tenggelam ke tanah akibat beban yang diterima oleh scaffolding tersebut. ukuran base plate ini sekitar 150 mm x 150 mm, dengan ketebalan plate 2,8 mm.

2.    Standard

Standard atau Main Pillar / Photo by AW_Media

Standard adalah suatu tiang utama sebagai penopang rangka scaffolding, standard ini dipasang mulai dari dasar sampai pemasangan tertinggi dan tegak lurus terhadap landasan. Jika salah dalam pemasangan tiang standard ini, maka akan salah semua dalam pemasangan scaffolding secara keseluruhan.

3.    Ledger

Ledger Scaffolding / Photo by AW_Media

Ledger adalah suatu komponen rangka pipa yang dipasang secara horizontal dan tegak lurus terhadap tiang standard. Ledger ini berfungsi sebagai pengikat tiang - tiang standard supaya lebih kokoh dan tidak goyang akibat beban lateral. Panjang pipa ledger ini rata - rata adalah 4.0 meter sampai 6.0 meter, biasanya para pekerja kontruksi akan memodifikasi ukuran pipa ledger ini sesuai kebutuhan di lapangan.

4.    Transom

Transom Scaffolding / Photo by AW_Media

Transom adalah bagian scaffolding yang dipasang secara horizontal sejajar dengan ledger dan tegak lurus terhadap tiang utama atau standard. Transom ini berfungsi sama dengan ledger hanya saja ukurannya lebih pendek dari ledger, rata - rata ukuran yang digunakan adalah 0.5 meter sampai dengan 1.0 meter saja.

5.    Clamp

Clamp / Coupler Scaffolding / Photo by AW_Media

Clamp adalah suatu komponen scaffolding yang sangat penting, walaupun bentuknya kecil tapi fungsinya sangat besar. Clamp atau coupler berfungsi sebagai pengikat dan penguat setiap pipa - pipa scaffolding. Clamp ini selalu dipasangkan pada setiap pemasangan standard, ledger, transom, swaybrace dan sejenisnya, dilengkapi dengan sistem pengunci sebuah baut yang sangat kokoh dan kuat. Clamp ini terbagi menjadi dua yaitu clamp mati ( Fix Clamp / Rigid Clamp ) dan Clamp hidup ( Swivel Clamp ).

6.    Working Platform

Working Platform & Toeboard / Photo by AW_Media

Working platform adalah bagian scaffolding yang terbuat dari plat baja yang berlubang ( Perforated ), yang berfungsi sebagai pijakan tempat para pekerja untuk bekerja, untuk menempatkan alat bantu kerja serta material kerja. Ada beberapa istilah untuk working platform ini, ada yang menyebut dengan asibacatwalk atau lantai kerja. Ukuran panjang dari platform ini bermacam - macam mulai dari 0.5 meter, 1.0 meter, 2.0 meter sampai dengan 4.0 meter.

7.    Toe Board

Toe Board adalah suatu bagian scaffolding yang bentuk dan ukurannya sama dengan working platform tetapi mempunyai fungsi yang berbeda. Toe Board ini dipasang pada setiap bagian working platform yang akan dijadikan area kerja, jika working platform hanya digunakan sebagai akses jalan maka tidak perlu dipasang toe board. Toe board ini berfungsi sebagai pelindung atau penahan kaki para pekerja supaya tidak terperosok saat bekerja, juga menghindari material dan alat kerja jatuh atau drop object.

8.    Guardrail

Guardrail & Handrail Scaffolding / Photo by AW_Media

Guardrail adalah bagian scaffolding yang berfungsi sebagai penahan dan pelindung para pekerja yang bekerja di ketinggian juga berfungsi sebagai tempat mengaitkan body harness pekerja. Guardrail ini umumnya menggunakan material pipa yang sama dengan ledger atau transom yaitu pipa  besi bulat dengan ukuran diameter 2.0 inch dengan ketebalan 2,8 mm dan terpasang pada bagian paling atas tempat area kerja dan akses jalan. secara umum guard rail ini terpasang 1 meter di atas platform.

9.    Sway Brace

Bracing / Swaybrace Scaffolding / Photo by AW_Media

Sway brace adalah bagian scaffolding yang dipasang secara melintang atau diagonal diantara tiang utama atau tiang standard dan ledger. Sway brace ini diikat ke pipa standard dan pipa ledger menggunakan clamp hidup atau swivel clamp. secara umum sway  brace ini dipasang pada kemiringan 35 derajat atau 55 derajat. Sway brace ini berfungsi sebagai tambahan penguat scaffolding supaya bangunan scaffolding tidak goyang dan tetap kokoh. Secara umum para pekerja kontruksi akan memasang sway brace jika ketinggian mencapai 12 meter dan kelipatannya. Sway brace ini juga dapat dipasang pada pipa transom juga dapat dibuat bersilang, atau dalam istilah kontruksi di sebut cross brace.

10.    Ladder

Ladder / Tangga Scaffolding / Photo by AW_Media

Ladder adalah bagian scaffolding yang berfungsi sebagai akses untuk naik dan turun para pekerja pada area scaffolding. Ladder atau tangga ini dapat terbuat dari potongan pipa scaffolding ukuran 0.5 meter yang dipasang pada pipa ledger menggunakan clamp sebagai pengikatnya, bisa juga menggunakan  tangga dengan material alumunium, biasanya tangga alumunium ini sudah jadi dan tinggal pasang saja ke pipa ledger. Ukuran tangga alumunium banyak macamnya, mulai dari 2.0 meter sampai dengan 4 meter.

Itulah beberapa komponen utama yang digunakan pada setiap pembangunan perancah atau scaffolding, pastinya para pekerja kontruksi khususnya para scaffolder sudah paham tentang nama dan istilah yang digunakan yaa...Nah untuk anda yang berkecimpung di dunia proyek tapi belum begitu kenal dengan istilah dan nama bagian - bagian scaffolding, mudah - mudahan artikel ini sangat membantu ya..

Baiklah...setelah mengenal komponen utama bangunan perancah atau scaffolding, alangkah baiknya anda juga mengenal komponen - komponen pembantu lainnya, seperti di bawah ini :

KOMPONEN PENDUKUNG SCAFFOLDING

Selain komponen utama banguan scaffolding ada juga komponen pendukung yang juga tidak kalah pentingnya dalam setiap pemasangan bangunan perancah atau scaffolding tersebut. Komponen pendukung lainnya yaitu :

1.    Kawat baja : berfungsi sebagai pengikat working platform dan toe boards.

2.  Soleplate : Biasanya terbuat dari papan kayu yang kuat sebagai tambahan penahan baseplate, biasanya soleplate ini dipasang jika areanya masih tanah atau tanah berpasir dan berbatu.

3.    Joint pin : Berfungsi sebagai penyambung dua pipa.

4.    Tie : Berfungsi sebagai penguat atau berfungsi sebagai anchor, Tie ini dipasang pada bagian atas dan diikat ke struktur bangunan yang ada.

5.    Putlog : Berfungsi sebagai tambahan penguat working platform, supaya tidak mudah patah atau platform mengalami defleksi akibat beban yang diterima.

6.    Katrol dan tambang : Berfungsi sebagai akses untuk mengangkat material scaffolding ke area yang lebih tinggi. Karena sesuai peraturan yang ditetapkan oleh HSE, jika memindahkan atau mengangkat material ke area yang lebih tinggi, harus menggunakan alat angkat.

KESIMPULAN

Artikel di atas dapat disimpulkan yaitu ada 10 komponen utama dalam setiap pembangunan bangunan perancah tersebut juga beberapa komponen tambahan. Komponen - komponen tersebut sangat berperan penting dalam setiap bangunan scaffolding agar dapat disetujui untuk digunakan.

Komponen - komponen ini juga sangat penting untuk anda ketahui, jika anda berkecimpung di usaha sewa atau jual beli material scaffolding dan para pekerja kontruksi dapat menghitung total jumlah komponen scaffolding yang dibutuhkan dalam setiap membangun scaffolding.


Semoga artikel bermanfaat untuk anda semuanya dan dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang fungsi serta komponen scaffolding. Silahkan tinggalkan pesan dan kritiknya di kolom komentar ya...semoga menjadi tambah berilmu dan bermanfaat untuk anda semuanya..Aamiin.


" SUKSES SELALU MENYERTAI ANDA | GOOD JOB AND SAFETY FIRST "

" BERILMU AMALIAH DAN BERAMAL ILMIAH "

" SILAHKAN SHARE KE KERABAT & TEMAN ANDA "


Salam & Sukses 

AW_Media


Artikel lainnya dari AW_Media

Type dan fungsi bangunan perancah


Link Youtube dari AW_Media Channel :

Pengetahuan tentang bangunan scaffolding


TYPE DAN FUNGSI PERANCAH ATAU SCAFFOLDING

Daftar Isi

Salam dan sukses rekan - rekan sekalian, salam satu proyek...semoga aktifitas anda hari ini membawa keberkahan di kemudian hari..Aamiin.

Masih setia di dunia proyek..yuu..ikuti artikel ini..

Sebuah pembangunan atau pekerjaan proyek kontruksi khususnya bangunan tinggi tidak akan terlaksana jika tidak didukung oleh prasarana yang menunjang, apalagi puntuk pekerjaan kontruksi pada bangunan tinggi. Maka dibutuhkan bangunan perancah atau scaffolding untuk memudahkan pekerjaan tersebut.

Mari kita lihat definisinya, fungsi dan type dari bangunan perancaha tersebut.

DEFINISI BANGUNAN PERANCAH

Sesuai dengan peraturan pemerintah Indonesia dengan mengacu kepada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 1 PER/MEN/1980 tentang keselamatan dan kesehatan kerja kontruksi bangunan, perancah adalah suatu bangunan yang dibuat untuk sementara dan digunakan sebagai penyanggah untuk tenaga kerja, bahan baku kerja serta alat - alat kerja pada setiap pekerjaan kontruksi bangunan termasuk pekerjaan pemeliharaan dan pembongkaran.

Dikutip dari beberapa artikel yang saya ambil dari AK3U.com bangunan perancah adalah sebuah bangunan sementara berbentuk suatu sistem modular yang terdiri dari banyak sambungan pipa besi yang diperkuat oleh klem atau coupler. Walaupun di beberapa negara Asia masih menggunakan bahan perancah dari bahan alam seperti kayu dan bambu.

Para pekerja yang ahli dalam bidang pemasangan perancah ini disebut scaffolder. Para scaffolder ini harus mempunyai keahlian, kamampuan dan keberanian untuk bekerja pada area tinggi atau bangunan tinggi dan harus mempunyai sertifikat ahli yang dikeluarkan secara resmi oleh dinas tenaga kerja setempat.

Keahlian para scaffolder bekerja pada area tinggi / Photo by AW_Media

TYPE DAN FUNGSI BANGUNAN PERANCAH

Walapun masih banyak perancah yang menggunakan bahan kayu dan bambu, tetapi secara umum pada bangunan perancah modern saat ini sudah menggunakan pipa besi yang kokoh. Type dan fungsi bangunan perancah yang banyak kita temui pada bangunan tinggi atau kontruksi pabrik yaitu ada 2 macam, diantaranya :

1.    Bangunan perancah type tubular

Bangunan perancah type tubular adalah suatu bangunan yang terdiri dari banyak pipa bulat yang dirangkai menjadi suatu bangunan dan diikat kuat dengan menggunakan klem pipa perancah. Perancah type ini dapat diatur pemasangannya baik tinggi, lebar dan panjangnya sesuai dengan kebutuhan kontruksi.

Bangunan perancah type tubular / Photo by AW_Media

Berdasarkan standar JIS, material pipa perancah menggunakan pipa besi berukuran dia. 2.0 inch dengan ketebalan 2,6 mm dan 2,8 mm. tetapi jika menggunakan British Standard ketebalan pipa perancah yang harus digunakan adalah 3,2 mm. Panjang rata - rata pipa perancah adalah 0.5 meter sampai dengan 6.0 meter.  

Bangunan perancah type tubular sudah banyak digunakan oleh para pekerja kontruksi khususnya pada bagunan tinggi, bangunan pabrik dan bangunan gudang juga dapat dipasang pada bagian luar bangunan atau bagian dalam bangunan.

2.    Bangunan perancah type frame 

Bangunan perancah type frame adalah suatu bangunan perancah dalam bentuk rangka pipa bulat yang sudah jadi dengan diameter pipa 1,5 inch dengan ketebalan 2,8 mm dan umum digunakan oleh banyak kontraktor di Indonesia. 

Bangunan perancah type rangka ( Frame ) / Photo by AW_Media

Perancah jenis rangka atau frame ini mempunyai ukuran lebar 1.2 meter dan mempunyai ukuran tinggi dengan variasi ukuran tetap sebagai berikut : ukuran 0.9 meter, 1.2 meter, 1.7 meter dan 1.9 meter. Dengan ukuran yang tetap, sangat terbatas untuk memodifikasi perancah jenis ini apalagi di lokasi yang sangat sempit.

Secara umum perancah jenis rangka ini banyak digunakan pada bagian dalam atau luar bangunan serta area kerja yang luas dengan ketinggian rata - rata 3.0 meter. Jika pemasangan perancah melebihi 3.0 meter maka harus ditopang dengan pipa serta ditambahkan perancah sebagai outrigger agar perancah tetap stabil.

Kedua bangunan tersebut dapat juga dipasangkan roda, supaya dapat bergerak mengikuti kebutuhan pekerja atau dengan istilah kontruksi scaffolding type mobile. Akan tetapi harus diingat pada pemasangan scaffolding harus mengikuti kaidah atau ketentuan yang sudah ditetapkan oleh HSE dan standarisasi pemasangan perancah. Roda yang digunakan juga harus sesuai dengan beban keseluruhan bangunan perancah serta pekerja yang akan menggunakannya.

Untuk penggunaan perancah jenis mobile ini, area yang harus diperhatikan adalah lantai yang harus rata atau flat, serta roda yang digunakan harus disertai dengan pengunci roda. 

KESIMPULAN

Dari artikel di atas dapat disimpulkan bahwasanya perancah adalah suatu alat bantu untuk memudahkan pekerja untuk bekerja di area yang tinggi. Saat ini perancah banyak macamnya mulai dari yang sederhana sampai yang rumit, mulai dari bahan kayu dan bambu sampai ke bahan pipa besi. 

Sebuah contoh perancah sederhana adalah tangga bambu yang biasa kita pakai sehari - hari untuk memperbaiki genteng bocor, tangga alumunium yang digunakan untuk memperbaiki plafon rumah dan masih banyak lagi. 

Dalam dunia kontruksi hanya ada dua macam perancah yang umum digunakan yaitu yang terbuat dari pipa besi dengan jenis tubular dan rangka atau frame. Terkait dengan jenis perancah type tubular terdapat banyak sekali komponen - komponen yang saling terkait dan diikat dengan kuat. Ada komponen utama dan ada komponen pendukung. Silahkan lihat artikel selanjutnya tentang 10 komponen utama bangunan scaffolding type tubular.


Baiklah rekan - rekan proyek sekalian, inilah sekilas artikel dari AW_Media tentang type dan jenis perancah atau scaffolding yang umum digunakan oleh para pekerja kontruksi. Jika ada kesamaan dan kesalahan dalam penulisan artikel ini mohon dimaafkan yang sebesar - besarnya.

Penulis berharap apa yang ada dalam artikel ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semuanya. Silahkan tinggalkan ktitik dan pesan - pesannya dalam kolom komentar di bawah ini ya...agar artikel ini menjadi lebih maju dan berilmu.


" SUKSES SELALU MENYERTAI ANDA | GOOD JOB AND SAFETY FIRST "

" BERILMU AMALIAH DAN BERAMAL ILMIAH "

" SILAHKAN SHARE KE KERABAT & TEMAN ANDA "


Silahkan baca artikel lainnya :

Cara membuat dokumen Transfer

Mengenal alat angkat jenis crane


Silahkan tonton link Yootube :

Knowing about scaffolding


Salam

AW_Media